Sebuah Paket dari Pasar Lama
Ada banyak jalan menuju pasar lama tapi kamu malah memilih untuk lewat dari depan rumahku. Kenapa? Memang, aku sedang nggak ada di rumah waktu itu, tapi di tempat sahabatku, Awan. Rumah kami kebetulan bersebelahan, kami adalah tetangga. Aku mengutuk keinginanku untuk bermain kejar-kejaran di halaman rumah Awan. Karena kalau aku tidak melakukannya, kamu tidak akan melihatku dan tidak akan menghampiriku. Tidak akan ada perkenalanmu dengan sahabatku juga. Sayangnya, fakta di hari itu berbicara yang sebaliknya. "Ra! Jora!" Kamu kelihatan membisikkan sesuatu pada temanmu itu. Mungkin sesuatu yang mirip, "tunggu ya, mau nyamperin dia bentar." Kemudian menyuruhku ke luar tapi aku nggakmau. Aku menggeleng. "Sini. Sebentar doang." Bisa tidak jangan memohon seperti itu? Kan, aku jadi tidak tega menolaknya. Akhirnya, aku memilih mendengarkan kamu. Cuma sampai gerbang, Langit. Dan kamu yang harus menghampiriku. Lewat celah-celah besi itu, semesta memberi...