untukmu, Sunflower-girl


To a beautiful soul who born in July 22nd, this letter belongs to you..

Selamat pagi! 

Tidak perlu ada apa kabar karena kurasa hari ini kamu terlampau baik. Rencananya, aku ingin kirim surat padamu tapi kabar dari angin mengatakan kalau kantor pos sedang libur. Mungkin tukang-tukang pos itu sedang dalam perjalanan pulang dari kampung halamannya. Jadi aku batalkan saja. Tapi kuketik ulang untuk kusimpan sendiri. Atau kamu mungkin juga akan membacanya, kita lihat saja nanti. 

Halo? Sudah ada oreo rasa baru belum? 
Coba lihat ke atas, pandang ke langit sana, kamu temukan apa? 

Ya, Gadis penyuka bunga matahari.
Nyanyian burung-burung itu untukmu. Siapa yang tahu kalau ternyata merekalah yang setiap tahun—diam-diam, selalu bernyanyi untukmu. Untuk pertambahan usiamu. Sementara aku tidak. Atau mungkin belum.

Langit hari ini cerah sekali, ya? Jangan lupakan itu! Biru dari semesta yang luas ini selalu menemani langkah kecilmu dalam menapaki bumi. Aku tidak bilang kalau kamu tidak boleh menangisi hari-harimu yang—mungkin saja—kamu anggap berat juga sulit. Tentu boleh, boleh sekali. Semesta akan turunkan hujan untuk menemanimu di sana. Mungkin tidak cukup untuk meredam isakanmu yang sendu itu, tapi kurasa sangat cukup kalau hadirnya mampu memberi makna kalau: kamu nggak sendiri. Bahwa dalam kesedihanmu sekalipun, ada utusan semesta yang menemani. 

Aku tidak pernah lupa pada fakta kalau kamu yang sangat menyukai sepi. Mungkin itu juga alasan semesta selalu membangunkanmu di keheningan malam. You, get it? 
Kamu jatuh cinta di bagian mana? Embusan angin yang membelai  lembut kulitmu itu, percakapan kecil hewan-hewan malam, atau pada bintang-bintang yang pada malam itu—semakin kelihatan indah—semakin jelas keberadaannya. Opsi mana yang benar? Kupikir harusnya ada.

Aku tidak akan sedih kalau malam nanti langit akan gelap, juga tidak akan marah pada semesta yang mungkin nanti malam tidak akan hadirkan bintang di sana. Kenapa? Karena aku tahu, bintang-bintang itu hanya akan ada di kamarmu. Jangan heran kalau langit-langit kamarmu jadi tampak luar biasa. Jangan heran kalau istana minimu itu akan jadi lebih terang dari biasanya. Kupikir harusnya kamu senang dan bersyukur karena bintang-bintang itu sengaja datang untuk menemanimu di sana. Hanya di hari ini. Hanya untuk menyenangkan gadis penyuka kucing dan bunga matahari—yang kebetulan—di hari ini juga sedang bertambah usia. Jadi, jangan sia-siakan itu, ya? Aku cemburu tau!

Semakin dewasa, aku tahu perayaan akan terasa biasa saja. Semakin dewasa juga, aku tahu kalau ucapan selamat tidak terlalu ada artinya. Tapi rasanya aneh kalau aku lalui hari spesial ini tanpa ada kata 'selamat ulang tahun!'. Buktinya, aku sudah kalah cepat dengan semesta yang dengan terang-terangan membagikan kejutannya. Selamat ulang tahun, ya? Tidak ada hal terbaik yang ingin kutahu selain mendengar kabar dari angin kalau kamu sedang bahagia. Kalau ternyata, sahabatku dari kecil itu sedang dalam keadaan yang baik-baik saja. Selain kartu ucapan ini, semua hal yang kusemogakan padamu sudah kukirim langsung ke atas sana. Mungkin juga akan sampai ke telingamu karena burung dara itu tadi sempat mendengarnya. Diam.

Tidak boleh ada sedih hari ini. Ini keharusan. Even in the hardest time, you always have a friend who can cheer you up. And it's your true nature self. I mean, you choose what do you want to do with your feeling. It really depends on you. Once again, happy birthday! *hug*

Your absurd friendenemy,

Tari

Komentar

  1. Thank you so much, these words mean so much to me. I'm so happy today, and i hope you too! Je t'aime, yik🤗❤
    -F

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di bulan sudah ada sinyal belum, ya? Aku ingin menelepon seseorang....

(bukan) Omong Kosong Di Akhir Bulan Juni

Toko Bunga dan Pertemuan Pertama